Satu tahun yang lalu tepat di tanggal ini saya dan kamu bertemu secara fisik.
22 November 2015.
Akhirnya saya akan menceritakan dg jujur awal mula kita mengenal kepada khalayak ramai. Karena ini kisah memori maka akan panjang saya bercerita sehingga saya merasa perlu untuk membagi kisah ini dalam beberapa bagian.
AWAL PERKENALAN
Tidak pasti tepatnya. Yang jelas pada saat itu saya sedang menjalankan studi saya di malang selama satu tahun pada fakultas sastra universitas negeri malang.
Selama masa studi saya di sana, saya banyak mendapat teman baik. Namun sayang, hal itu tidak berlaku untuk kekasih. Sampai akhirnya, kesendirian itu membawa pada kisah selanjutnya.
Saya lupa, apakah dulu saya yang minta dikenalkan dg lelaki baik kenalan kawan saya, atau malah kawan saya yg menawarkan teman lelaki baiknya utk berkenalan dg saya.
Yang pasti, pada saat itu saya berada pada satu masa dimana fluktuasi hormon benar-benar kacau.
Singkat, saya dan kamu berkenalan melalui nomor handphone yg dipertukarkan.
MOMEN MENUNGGU
2009 pertama kali saya dan kamu saling bertukar nomor handphone. Sejak saat itu sesekali km mengirim sms tapi ya hanya hari itu saja. Tidak pernah ada percakapan yg berlanjut dr hari ke hari. Saat itu km sungguh terlihat tidak tertarik pd saya.
Yasudah.
Cerita harus berlanjut dan 2010 saya pindah kampus ke surabaya dan menemukan hati yg lain selain milikmu.
Saya bersenang senang menikmati kisah itu, dan kamupun juga.
Meskipun kamu meng-klaim bahwa sejak 2009 itu kamu sudah jatuh hati dan yakin akan bertemu saya, tapi tetap saja. Yang saya pahami tentang kamu selang 2009, 2010 hingga 2015 lalu adalah :
Rizal Zafikhal : anak laki2 gak jelas yg selalu rajin ngelikes status facebook ku.
Sudah. Sebatas itu saja. Ya, bentuk komunikasi kita sebatas sms dan chat facebook demi tanya kabar.
BERTEMU
24 Juli 2015. Kamu bilang tanggal itu bersejarah. Argumenmu adalah karena pada tanggal itu, setelah hilang kontak cukup lama (karena nomorku hilang bersama dg hp mu yg terbakar) kamu akhirnya memperoleh nomorku kembali via sosial media path. Kamu melihat, hari itu saya mencantumkan nomor handphone saya pada kolom komentar di salah satu postingan saya.
Sejak itu kamu kembali bisa menghubungi saya.
Bagi saya, tanggal bersejarah adalah tanggal dimana saya dan kamu akhirnya bertemu. Sejak 2009 kenal, akhirnya 22 November 2015 menjadi hari pertemuan saya dan kamu.
Hari itu saya tak berpikir macam macam..
Hari itu saya hanya berniat utk bertemu dg teman lama. Lama kenalnya, tapi tak pernah ada pertemuan.
Lalu pertemuan apa yg diharapkan dari seorang laki laki dan perempuan yg masih lajang seperti saya dan kamu ?
Tentu saja terasa aneh. Demi menutupi rasa canggung dan secepatnya membunuh waktu, maka fast food hoka hoka bento dan tiket menonton james bond : spectre adalah keputusan yg jenius.
Siang itu, pelan pelan saya dan kamu berbagi cerita..
Seksama saya memperhatikan gerak gerikmu, sikapmu, cara bicaramu hingga sehelai rambut putih yg kelihatan jelas diantara rambut hitam yang lain (saya percaya pd asumsi bahwa orang yg cepat beruban berarti pintar. Dan saya suka dg itu)
Hari itu saya menilai kamu.
Tidak ada yg kurang.
Tidak ada yg kurang sampai hari ini tepat satu tahun sejak pertemuan kita.
Sejak itu, saya dan kamu semakin dekat.
Dari sekedar dekat, lalu berbagi kasih.
Dari sekedar berkasih, lalu sepakat untuk membangun komitmen.
Saya bahagia dengan kamu. Tuhan sungguh murah hati. Memberikan kamu untuk saya. Lelaki baik yg lebih dari yg saya harapkan.
Satu tahun. Waktu yg relatif. Bisa saja cepat bisa saja lambat. Satu tahun saya bersama kamu, saya menikmati kebersamaan ini. Saya menikmati waktu-waktu saya, baik saat dg kamu atau saat saya harus sendirian.
Terima kasih untuk segala rasa rasa yang bersama kita bangun. Bahagia, sedih, tawa, tangis, bangga dan bahkan kecewa.
Tuhan telah memberikan yg terbaik. Momen 22 November 2016 ini saya berharap agar Tuhan selalu bermurah hati. Menjadikan saya dan kamu kekasih yg baik.
Mempersatukan kita dalam ikatan suci dan menjadikan kita pribadi yg tumbuh dewasa bersama sama, sampai tua, sampai entah sejauh mana harmoni hari-hari kita dikaruniakan oleh Tuhan.
Terima kasih sayang, saya bahagia menemani kamu.